April 21, 2021
Keajaiban Paket Wisata Indonesia di Kawah Ijen Banyuwangi Jawa Timur

Keajaiban Paket Wisata Indonesia di Kawah Ijen Banyuwangi Jawa Timur

Banyuwangi adalah sebuah kota kabupaten yang terletak di bagian paling ujung timur Pulau Jawa. Di kota kabupaten yang penduduknya terdiri suku Osing, Mandar, Bugis, Jawa, Madura dan Bali ini terdapat sebuah obyek atau paket wisata Indonesia yang sangat dikenal oleh para pelancong terutama pecinta alam, yaitu Gunung Ijen.

Gunung Ijen
Gunung Ijen merupakan sebuah obyek wisata alam yang berada di kompleks Taman Nasional Baluran. Letaknya berada di antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Dari Surabaya atau Malah, jaraknya sekitar 225 kilomer dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan motor atau mobil selama kurang lebih 7 jam.
Daya tarik utama Gunung Ijen
Sebelum terkenal dan sering didatangi oleh para pecinta alam, Gunung Ijen dijadikan sebagai lokasi penambangan belerang besar di Jawa Timur. Hingga sekarang penambangan tersebut masih berlangsung karena menjadi mata pencaharian utama penduduk. Ketinggian puncaknya sekitar 2.443 mdpl dengan luas kawah kurang lebih 5.466 hektare.
Daya tarik utama dari gunung ini adalah keberadaan kawahnya yang oleh pengunjung sering disebut dengan nama Kawah Ijen. Kawah yang terletak di bagian paling puncak ini berbentuk danau yang ukuran kedalamannya mencapai sekitar 200 meter dan bersifat asam.
Setiap hari dari jam dua hingga empat dini hari kawah tersebut memunculkan suatu fenomena alam yang sangat menakjubkan bernama api biru atau blue fire. Peristiwa unik dan langka ini hanya terjadi di dua tempat saja di seluruh dunia, yaitu Kawah Ijen dan di Islandia. Kejadian alam yang sangat unik inilah yang membuat Kawah Ijen makin ramai dikunjungi wisatawan.
Munculnya api berwarna biru yang begitu cantik mempesona dan keindahannya tiada tanding ini berasal dari belerang yang mencair serta mengeluarkan uap warna biru. Setelah membeku dan mengering akan menjadi belerang, kemudian ditambang oleh masyarakat setempat.
Tetapi untuk menikmati keindahan blue fire tersebut perlu sebuah tindakan hati-hati. Sebelum naik kepuncaknya, persiapkan lebih dulu masker penutup hidung. Udara di sekitar kawah saat muncul blue fire bisa menimbulkan serangan penyakit sesak nafas.
Keindahan lainnya
Suhu udara Kawah Ijen sangat dingin, mencapai 10 derajat Celcius. Bahkan kadangkala dapat lebih dingin lagi hingga 2 derajat Celcius. Namun di balik dinginnya suhu udara tersebut, ada sensasi lain yang bisa dinikmati oleh pengujung dan pendaki yaitu keberadaan berbagai jenis tanaman liar yang hanya dapat ditemui di dataran tinggi saja seperti cemara gunung, edelweis dan sebagainya.
Sedangkan di bagian lerengnya tumbuh tanaman cantiqi yang oleh masyarakat setempat lebih sering dikasih nama Manisrejo. Pohon ini berdaun merah, sementara area tanahnya berwarna kekuningan. Kondisi tersebut membuat panorama di sekitarnya makin asyik untuk dinikmati.
Memasuki pagi hari ketika matahari mulai memunculkan sinarnya di sekitar kawah, muncul sebuah keajaiban lain yang tidak kalah dasyat keindahannya. Apabila di tempat lain terbitnya matahari biasanya hanya memunculkan warna jingga kemerahan saja, namun di Kawah Ijen warna tersebut akan berpadu dengan warna hijau kebiruan yang memantul dari dalam kawah.
Usai puas menikmati berbagai keajaiban dan kedasyatan panorama tersebut, pandangan mata bisa diarahkan ke tempat yang lebih jauh lagi. Dari situ akan terlihat beberapa puncak gunung lain seperti Gunung Merapi, Gunung Raung, Gunung Rante dan Gunung Suket.
Agar keindahan paket wisata Indonesia ini bisa dinikmati secara maksimal, waktu paling baik untuk mendakinya adalah antara bulan Juli hingga September. Pada saat itulah blue fire akan mengeluarkan daya pesona yang dimilikinya dengan sempurna. Selain itu jangan melakukan pendakian ketika musim hujan, karena jalannya menjadi licin dan blue fire yang muncul tidak terlalu besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *